PERILAKU TIDAK SEHAT PADA VAGINA & RESIKONYA
Memperhatikan kesehatan daerah kewanitaan merupakan syarat mutlak bagi setiap wanita terutama sejak awal mereka mendapatkan menstruasi pertama kali (pubertas) agar fungsi organ reproduksi bisa tetap optimal seperti siklus menstruasi yang teratur, keluarnya keputihan normal sebagai tanda vagina yang sehat, hubungan seksual serta untuk memperoleh keturunan.
Saat ini cukup banyak perilaku tidak sehat pada daerah kewanitaan sehingga muncul beberapa keluhan pada organ intim (vagina). Perilaku tidak sehat pada vagina umumnya berupa ;
Saat ini cukup banyak perilaku tidak sehat pada daerah kewanitaan sehingga muncul beberapa keluhan pada organ intim (vagina). Perilaku tidak sehat pada vagina umumnya berupa ;
- Kurang memperhatikan kebersihan vagina saat habis buang air kecil, air besar, menstruasi dan keputihan serta sehabis hubungan seksual (wanita menikah), perilaku ini membuat vagina mudah terinfeksi bakteri atau virus bahkan jamur.
- Penggunaan underwear atau pembalut atau pantyliner yang tidak segera diganti saat vagina sudah terasa lembab (kebiasaan ini umumnya terjadi pada siswi atau karyawati yang lupa, malas atau sungkan untuk menganti pembalut/underwear/pantyliner disekolah/kantor), perilaku ini tentunya akan beresiko lembab sehingga mudah terinfeksi jamur.
- Keliru dalam merawat rambut kemaluan. Disarankan untuk menggunakan gunting saat akan mencukur rambut kemaluan dengan tujuan meminimalkan terjadinya bekas luka akibat gesekan antara pisau cukur dengan kulit di sekitar vagina. Bila terjadi luka, tentunya akan memudahkan masuknya kuman ke dalam luka dan akan muncul infeksi (terutama saat menstruasi dan berkeringat).
- Penggunaan handuk bergantian-gantian dengan saudara wanita. Penularan penyakit kulit tentunya dapat menular melalui handuk yang sudah digunakan oleh penderita penyakit kulit.
- Perilaku masturbasi yang tidak sehat. Masturbasi merupakan salah satu perilaku seksual dengan cara merangsang organ intim yang disertai dengan fantasi untuk mendapatkan kepuasan seksual. Yang dikhawatirkan dari perilaku masturbasi adalah masuknya kuman ke dalam vagina melalui media yang digunakan untuk merangsang vagina saat masturbasi (biasanya dengan jari atau benda-benda tertentu).
- Membersihkan vagina dengan sabun mandi. Tidak disarankan menggunakan sabun mandi untuk membersihkan daerah intim karena pH sabun mandi rata-rata bersifat basa (pH > 7) dan pH basa akan membunuh bakteri baik yang ada didalam vagina. Disarankan cukup menggunakan air bersih jika tidak keluhan yang berarti pada vagina.
- Hubungan seks tidak sehat dan atau hubungan seks bebas. Penularan segala bentuk peyakit kelamin bahkan kanker serviks bisa melalui hubungan intim dengan pasangan seksual yang tidak diketahui status kesehatannya. Saat ini penularan penyakit kelamin dan kanker serviks tidak hanya melalui orang lain namun bisa juga melalui suami yang pernah melakukan hubungan seks dengan penderita penyakit kelamin atau kanker serviks sebelumnya.